Sabtu, 24 Oktober 2015

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

1. Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan
               Kualitas pengambilan keputusan dalam organisasi bergantung pada pemilihan tujuan yang tepat dan pengidentifikasian cara pencapaian. Dengan integrasi faktor perilaku dan struktural yang baik, manajemen dapat meningkatkan probabilitas keputusan berkualitas tinggi yang akan diambil. Pengalaman Debra Washey mengilustrasikan pengambilan keputusan yang tidak konsisten oleh unit organisasi yang berbeda(personalia dan pemasaran) dalam memperkerjakan karyawan baru. Organisasi bergantung pada keputusan individu dan juga keputusan kelompok, dan manajemen yang efektif memerlukan pengetahuan akan kedua jenis keputusan itu. Pengambilan keputusan dalam organisasi merupakan proses pemilihan antara berbagai alternative (Shull, Delbecq, & Cummings, 1970). Pengambilan keputusan merupakan hasil proses komunikasi dan partisipasi yang terus-menerus dari organisasi secara keseluruhan (melibatkan sebanyak-banyaknya pihak yang terkait). Pada dasarnya bentuk pemilihan dari berbagai alternatif yang dipilih dimana prosesnya melalui mekanisme tertentu (dengan harapan mendapatkan hasil yang terbaik bagi organisasi). Menurut Ralp C. Davis, Mary Follet, dan James A.F. Stoner, pengambilan keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, dan harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan.

2. Jenis-Jenis Keputusan Organisasi

A. Berdasarkan program dan regularitas :
- Pengambilan keputusan terprogram atau terstruktur
Yaitu pengambilan keputusan yang sifatnya rutinitas, berulang-ulang, dan cara menanganinya telah ditentukan. Pengambilan keputusan terprogram ini digunakan untuk menyelesaikan masalah terstruktur melalui :
* Prosedur : yaitu srangkaian langkah yang berhubungan dan berurutan yang harus diikuti oleh pengambil keputusan.
* Aturan : yaitu ketentuan yang mengatur apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh pengambil keputusan.
* Kebijakan : yaitu pedoman yang menentukan parameter untuk membuat keputusan.
- Pengambilan keputusan tidak terprogram (tidak terstruktur)
Adalah pengambilan keputusan yang tidak rutin dan sifatnya unik sehingga memerlukan pemecahan khusus.
B.  Berdasarkan tingkat kepentingannya
Pada umumnya suatu organisasi memiliki hierarki manajemen. Secara klasik hierarki ini terdapat tiga tingkatan, yaitu :
- Manajemen Puncak
- Manajemen Menengah
- Manajemen Operasional
C.  Berdasarkan tipe persoalan :
- Keputusan intenal jangka pendek
- Keputusan internal jangka panjang
- Keputusan eksternal jangka pendek
- Keputusan eksternal jangka panjang
D. Berdasarkan Lingkungannya
- Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti
- Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko
- Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti
- Pengambilan keputusan dalam kondisi konflik

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
- Posisi atau letak kedudukan seseorang
* Letak posisi
* Tingkatan posisi
- Masalah 
Masalah atau problem adalah apa yang menjadipenghalang untuk mencapai tujuan, yang merupakan penyimpangan dari apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendakidan harus diselesaikan. Masalah tidak selalu dapat dikenal dengan segera, ada yang memerlukan analisis, ada pula yang bahkan memrlukan riset tersendiri.
Masalah terbagi menjadi 2 jenis :
* Masalah terstrukur
* Masalah tidak terstruktur
Pembagaian masalah yang lain :
* Masalah rutin
* Masalah insidentil
- Situasi
Keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
- Kondisi
Keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya(resourches).
- Tujuan 
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit(kesatuan), tujuan organisasi maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/telah ditentukan. Tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.

4. Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan itu berada.

Sumber :
JOHN M. IVANECH ROBERT KONOPASKE MICHAEL T.MATTESON. 2006,Perilaku dan Manajemen Organisasi. jakarta: Penerbit Erlangga
http://raditut.blogspot.co.id/2013/05/pengambilan-keputusan-dalam-organisasi_2475.html
http://herisllubers.blogspot.co.id/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html

Minggu, 18 Oktober 2015

SEJARAH PERKEMBANGAN GAME

Sejarah Perkembangan Game


Perkembangan dunia gadget dan teknologi semakin berkembang di tiap tahunnya, termasuk pada perkembangan komputer atau PC. Sejatinya komputer digunakan hanya untuk mempermudah tugas dan pekerjaan saja. Namun seiring berkembangnya zaman, penggunaan komputer mulai meluas dan menjadi multifungsi, salah satunya juga untuk bermain game. Dimulai di era 70-an, game game PC mulai menjadi primadona di era 80-an dan 90-an. Kehadiran game PC tentunya menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi para user komputer atau pun laptop, karena mereka bisa memainkan game di PC tanpa harus membeli konsol game lain seperti PlayStation, Xbox atau Nintendo Wii. Komputer pun menjadi multifungsi, baik untuk membantu menyelesaikan pekerjaan atau untuk bermain game. 

Sejarah Game PC Komputer
Perkembangan game PC komputer sendiri berawal pada era 70-an, tepatnya pada tahun 1972. Saat itu pertama kali dirilis perangkat video game yang juga menandai perkembangan konsol game. Setelah itu dunia game pun mulai berkembang pesat dengan adanya beberapa konsol video game dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang game. Komputer yang mulai muncul pun menjadi populer karena game bisa dimainkan lewat PC. Meski begitu baru pada era 80-an game PC komputer mulai benar-benar meluas. 
Di era 80-an orang-orang lebih memilih membeli PC dibandingkan dengan konsol game. Alasannya karena kehadiran komputer sangat fungsional, bisa untuk bermain game namun juga bisa produktif untuk bekerja. Akibatnya game PC sempat merajalela di tengah populernya konsol game di era itu seperti Nintendo NES. Banyak juga game game PC yang ada, meski dengan tampilan simple jika dibandingkan dengan sekarang. Pelopor PC Game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori yang lebih baik daripada konsol game pada umumnya.
Di era 90-an game PC semakin meluas. Kehadiran game PC pun sejajar dengan konsol konsol game populer lainnya. Berbagai PC game yang bagus dan berkualitas muncul tiap tahunnya. Hal ini berlanjut hingga era millenium sampai sekarang. Saat ini game PC pun makin digemari. Apalagi beberapa game menyediakan fitur online yang membuat penggemar game PC membludak. Selain itu game game PC juga memiliki kualitas yang setara dengan konsol game canggih lain dari generasi terbaru, seperti Sony PS4, Nintendo Wii U atau Microsoft Xbox One.

Kelebihan Game PC Komputer
Game PC memang tidak kalah menarik dari game console. Pada game PC memang terdapat keterbatasan fitur dari joystick serta resolusi dan aspek teknis lainnya, yang memang harus bergantung dari spesifikasi komputer atau laptop. Namun saat ini juga sudah banyak PC dengan spek tinggi yang bisa digunakan untuk bermain game dengan kualitas grafis dan gameplay yang canggih.
Kelebihan dari game PC juga terdapat pada kapasitas memori video card-nya yang lebih besar dari konsol game pada umumnya. Selain itu ketajaman gambar juga lebih halus dan detail, dibandingkan dengan konsol game yang dimainkan lewat media televisi. Ketajaman gambar di televisi cenderung lebih rendah dan game biasanya dimainkan dari jarak dekat. 
Dalam beberapa tahun terakhir, game game PC banyak didominasi dari beberapa genre saja, seperti game PC RPG, strategy, simulasi atau FPS. Sistem jaringan LAN (Local Area Network) juga memungkinkan kita bermain multiplayer dengan user dari komputer yang berbeda. Untuk bisa memainkannya, gamers juga bisa menghubungkan PC atau komputer pada sebuah jaringan sehingga bisa memainkan bersama meski tanpa adanya koneksi internet. Selain itu fitur game online juga menjadi daya tarik utama, meski harus memakai akses internet.
Dengan perkembangan yang pesat, game PC kini sudah mendominasi pasar game dunia. Banyak yang lebih memilih PC game jika dibandingkan dengan konsol game game terbaru. Tak heran jika banyak bermunculan game game PC terbaru yang siap dimainkan dan menjadi favorit para gamers di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Sumber :
http://gamesetting.blogspot.co.id/2014/08/game-pc-komputer.html

Sabtu, 17 Oktober 2015

BEKERJASAMA DALAM TEAM(KELOMPOK)

Bekerja Sama Dalam Team (Kelompok)

1. Pengertian dan Karakteristik Kelompok
               Bapak Schein memberikan pengertian kelompok sebagai sejumlah orang yang berbagi nilai (share) terhadap pandangan yang sama dari suatu masalah dan mengembangkan penyelesaian share tersebut. Moekijat menjelaskan bahwa suatu kelompok terdiri atas individu individu masing masing memiliki suatu pola kemampuan kemampuan, sikap sikap dan sifat sifat kepribadian yang khas. 
               Sebuah kelompok dibedakan atas sifat sifat yang merupakan pengaruh dari faktor faktor seperti kepribadian individu individu yang membentuk, hakikat hubungan hubungan antar individu dalam kelompok dan peranan kelompok dalam organisasi. Di dalam dan diantara kelompok kelompok kerja yang telah diorganisasikan secara formal yang menuntut pola pekerjaan pekerjaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi, terdapat sub-subkelompok yang timbul secara informal. Kelompok kelompok ini disebut sebagai organisasi informal. 
               Pengertian kelompok oleh Muhyadi, bahwa kelompok adalah sebuah sistem yang terorganisasi, terdiri dari dua orang atau lebih yang berhubungan satu sama lain sehingga dapat melaksanakan fungsi kelompoknya. Sistem ini memiliki seperangkat pedoman tentang hubungan antaranggota dan memiliki seperangkat norma yang mengatur fungsi tiap tiap anggota kelompok.
Karakteristik keompok secara umum :
a. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non-verbal.
b. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
c. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
d. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
e. Individu yang tergabung dalam kelompok saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.    

2. Tahapan Pembentukan Kelompok
               Pembentukan kelompok merupakan salah satu awal dari individu untuk berinteraksi dengan sesamanya. Adapun tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam pembentukan kelompok yang pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman pada 1965. Teori ini memfokuskan pada cara suatu kelompok menghadapi suatu tugas mulai dari awal pembentukan kelompok hingga proyek selesai.
A. Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini, kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok masih cenderung untuk bekerja sendiri dan masih belum saling mengenal dan belum bisa saling percaya. Waktu banyak dihabiskan untuk merencanakan, mengumpulkan informasi dan mendekatkan diri satu sama lain.
Contoh: dalam suatu acara ospek, para mahasiswa seangkatan belum saling mengenal antara mahasiswa satu dengan yang lain, ketika dibagi kedalam suatu kelompok-kelompok kecil, setiap mahasiswa melakukan suatu perkenalan dan saling menanyakan identitas teman sekelompok.
B. Tahap 2 - Storming
Pada tahap ini kelompok sudah mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas yang mereka hadapi. Anggota kelompok saling terbuka dan mengeluarkan ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Sehingga kemungkinan tejadinya konflik.
Contoh : Kelompok kecil mahasiswa ospek yang telah saling mengenal tersebut dihadapkan pada suatu permainan kelompok. Ketika mencari jalan keluar untuk menyelesaikan permainan tersebut, beberapa anggota telah mulai berani mengungkapkan pendapat. Pendapat yang bervariasi memungkinkan terjadinya konflik.
C. Tahap 3 - Norming
Pada tahap ini sudah terdapat kesepakatan antara anggota kelompok. Kelompok mulai menemukan kesesuaian dengan kesepakatan yang mereka buat mengenai aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan. Pada tahap ini, anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan melihat kontribusi penting masing-masing anggota untuk kelompok.

Contoh: kelompok mahasiswa ospek tersebut mulai saling menentukan jalan keluar mana yang mereka pilih untuk menyelesaikan permainan. Mereka membuat suatu kesepakatan seperti menentukan siapa yang harus memimpin permainan dan siapa yang bekerja menyelesaikan tugas permainan.

D. Tahap 4 - Performing

Pada tahap ini, kelompok dapat berfungsi dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas dengan lancar dan efektif. Anggota kelompok saling tergantung satu sama lain dan mereka saling respek dalam berkomunikasi.

Contoh: Kelompok mahasiswa ospek yang telah menentukan peraturan dan fungsi anggota memulai mengerjakan permainan sesuai dengan tugas yang telah disepakati.

E. Tahap 5 - Adjourning

Ini adalah tahap terakhir dalam kelompok dimana proyek tugas atau pekerjaan berakhir dan kelompok membubarkan diri.

Contoh: kelompok mahasiswa ospek telah menyelesaikan permainan dan ospek telah berakhir. Sehingga mereka membubarkan kelompok mereka.

3. Kekuatan Team Work

               Kekuatan dari sebuah tim adalah saling mengisi kekosongan dari masing-masing anggota. Anggota A mengisi bagian yang tidak mampu dikerjakan oleh anggota B, atau sebaliknya. Fungsi saling mengisi inilah yang kemudia memunculkan kinerja yang sangat baik yang berorientasi pada pencapaian tujuan. Tentunya atmosfir dalam tim yang dibangun adalah jiwa bersama dengan melebur semua perbedaan latar belakang. Kemudian menyingkirkan ego pribadi demi kemajuan tim.

4. Implikasi Manajerial

               Pengertian Implikasi dalam bahasa indonesia adalah efek yang ditimbulkan dimasa depan atau dampak yang dirasakan ketika melakukan sesuatu. Implikasi bisa juga AKIBAT LANGSUNG yang terjadi karena suatu hal, misalnya penemuan atau karena hasil penelitian. Kata implikasi memiliki makna yang cukup luas sehingga maknanya cukup beragam. 
               Implikasi Manajerial adalah adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. Implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial).Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut. Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.                
               
Sumber : 
http://www.apapengertianahli.com/2015/03/pengertian-kelompok-dan-alasan-pembentukan-kelompok.html#
http://yurikamaha.blogspot.co.id/2015/03/definisi-karakteristik-klasifikasi-dan.html
http://dinamikakelompok7.blogspot.co.id/2012/12/pembentukan-kelompok-peran-norma-dan.html
Forsyth, D.R. (1983). An introduction to group dynamics.California:Brooks/Cole Publishing Company.
http://www.pengertianmenurutparaahli.com/pengertian-implikasi/
http://herisllubers.blogspot.co.id/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html



Sabtu, 10 Oktober 2015

ANALISIS MENGENAI PERKEMBANGAN IT PADA PEMERINTAHAN

Analisis Mengenai Perkembangan IT Pada Pemerintahan

               Penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan pihak-pihak lain disebut e-government. Penggunaan hubungan ini dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu:
1. G2C (Government to citizen), hubungan antara pemerintah dengan masyarakat,
2. G2B (Government to bussines), hubungan antara pemerintah dengan pengusaha,
3. G2G (Government to Government), hubungan antara pemerintah dengan pemerintah.
Konsep e-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh pemerintahan, misalnya menggunakan jaringan internet. E-government dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan penduduk, bisnis dan kegiatan lainnya.
Contoh Perkembangan IT Pada Pemerintahan : Rekrutmen CPNS Berbasis CAT
CAT System adalah suatu metode ujian dengan alat bantu komputer yang merupakan inovasi kemajuan teknologi dengan penilaian secara obyektif yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar dan kompetensi kepegawaian. Adapun tahapan proses dalam merancang grand design CAT System adalah melakukan penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pembuatan prototipe, uji coba, dan perbaikan dan pengembangan.
Manfaatnya :
Untuk mengurangi atau menghilangkan serta mencegah adanya praktek KKN dalam menentukan kelulusan dipandang perlu untuk menggunakan metode tes dengan CAT (Computer Assisted Test). 
Kelebihan Seleksi CPNS Dengan Sistem CAT :
Dengan sistem ini, tes dapat dilaksanakan lebih cepat, efektif, efisien, akuntabel, obyektif, transparan serta menghindari terjadinya rekayasa. nilai hasil score ujian yang langsung saat itu juga dihasilkan, lebih akurat dan minim human error.
Kekurangan Seleksi CPNS Dengan Sistem CAT :
Tidak dapat dilasanakan bersamaan sekaligus karena keterbatasan fasilitas yang ada. Dibutuhkan dana besar untuk investasi sarana prasarana dan infrastruktur handal, seperti pasokan listrik stabil tidak mati2, genset persediaan, perangkat komputer, aplikasi handal.
Akibatnya, pelaksanaan ujian memakan waktu berhari-hari. Hal ini rentan terhadap kecurangan peserta ujian yang memiliki kemampuan IT memadai sehingga dapat mengekploitasi kelemahan program CAT untuk memperoleh scoreujian yang tidak wajar.
Kelemahan ini akan berdampak pada kerugian lebih luas lagi, apabila cara eksploitasi tersebut menyebar melalui jarigan sosial, sehingga ada kemungkinan sistem CAT berhenti di tengah jalan sebelum perioda ujian berakhir.
Saran :
bagi instansi pemerintah yang melaksanakan CAT secara mandiri mensyaratkan instansi penyelenggara menyediakan fasilitas beserta sarana prasarana yang dibutuhkan.

Sumber:
http://blog-teknologiinformasi.blogspot.co.id/2015/03/dampak-positif-dan-negatif-it-di-bidang_10.html
http://dokterpenjara.blogspot.co.id/2014/08/cat-cpns-105-menit-untuk-100-soal.html
BKN RI  
http://www.catcpns.com/ini-kelebihan-kekurangan-tes-cpns-sistem-cat/#    


CIRI-CIRI UNSUR DAN TEORI ORGANISASI

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi

1. Ciri-ciri Organisasi
A. Kumpulan manusia
Organisasi sudah tentulah bercirikan beranggotakan oleh lebih dari dua manusia dikarenakan hanya manusia yang mampu membuat secara sadar tujuannya sendiri. Ciri ini juga sama halnya dengan ciri kelompok.
B. Tujuan Bersama
Tujuan bersama merupakan ciri utama organisasi yang membedakan dengan kelompok. Organisasi yang sangat kompak dan erat adalah yang memiliki tujuan yang sama dengan tiap anggotanya apalagi anggota mereka yang berada di tataran bawah. 
C. Kerja Sama
Tentu saja, organisasi memiliki ciri ini, kerja sama. Tidaklah pantas bila sebuah kumpulan manusia yang memiliki tujuan yang sama tidak bekerja sama. Ini tak ada bedanya dengan kelompok apabila tidak adanya kerja sama.
D. Aturan-aturan
Aturan aturan biasanya dibuat setelah organisasi terbentuk. Aturan aturan ini merupakan ciri organisasi formal yang bertujuan mengatur setiap anggota agar tujuan dan kerja sama terjalin dengan kapasitas yang efisien, efektif dan bertanggung jawab. Dengan adanya aturan aturan, tidak akan anggota yang merasa tercederai karena aturan aturan tersebut dibahas bersama.
E. Pembagian Tugas
Dalam sebuah organisasi yang formal, pembagian tugas sesuai kapasitas dan kemampuan anggota sangatlah penting untuk mencapai tujuan organisasi dan mempermudah pencapaian tujuan para anggota organisasi secara pribadi. Dengan adanya pembagian tugas yang diatur oleh aturan aturan akan tercipta kerja sama yang epik dan solid dalam nuansa profesionalisme demi mencapai tujuan bersama dan tujuan pribadi demi keberlangsungan dan kejayaan organisasi.

2. Unsur Organisasi
A. Organisasi sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama
Organisasi adalah suatu tempat dimana sekelompok orang bersama mencapai suatu tujuan yang ditetapkan, misalnya organisasi buruh bertujuan untuk kepentingan buruh, organisasi wanita bertujuan untuk hak wanita, organisasi mahasiswa bertujuan untuk pencapaian mahasiswa dan sebagainya.
B. Proses kerjasama sedikitnya dua orang
Selain tempat kerja sama suatu organisasi merupakan proses kerja sama, proses tersebut sedikitnya melibatkan antar dua orang, makin banyak orang yang melakukan kerjasama, maka proses organisasi tersebut harus disusun lebih baik dan teroganisir lagi.
C. Jelas tugas kedudukannya masing-masing
Supaya tidak bentrok atau terjadi kesalahpahaman, setiap anggota organisasi sudah ada tugasnya masing-masing, tugas tersebut disesuaikan dengan keahlian dari setiap anggota, sehingga sudah jelas apa yang harus dilakukan masing-masing anggota.
D. Ada Tujuan Tertentu
Suatu perencanaan manager yang baik akan membuat organisasinya menghasilkan hasil yang baik pula, keuntungannya perkerjaan akan efesien dan efektif.
Unsur-unsur pendukung organisasi :
1. Manusia (Man)
2. Kerjasama
3. Tujuan Bersama
4. Peralatan (Equipment)
5. Lingkungan
6. Kekayaan Alam
7. Kerangka/Konstruksi Mental 

3. Teori Organisasi
                Teori Organisasi adalah suatu teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, kajiannya yaitu bagaimana caranya membahas bagaimana sebuah organisasi dalam menajalankan fungsi dan menerapkan visi dan misi organisasi tersebut. Lingkungan kerja suatu organisasi dapat mempengaruhi dan terpengaruh oleh orang di dalam suatu organisasi tersebut. Teori itu meliputi organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.
A. Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) atau disebut juga teori tradisional, isinya berupa konsep tentang organisasi dari abad 19, definisi organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor lain yang terjadi karena terlibat kerja sama antar orang.
Teori ini mempunyai efek yang sama yang berkembang dalam tiga dasar anggapan-anggapan, anggapan tersebut yaitu: 
- Teori Birokrasi : dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
- Teori Administrasi : dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
- Manajemen Ilmiah : dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
B. Teori Organisasi Neoklasik
Teori neoklasik dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Tanggapan dalam teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial sebagai indivudi maupun sebagai bagian kelompok dalam lingkungan kerjanya, dari dasar tanggapan ini teori neoklasik mendefinisikan ‘organisasi” memiliki tujuan yang sama. Teori neklasik dalam hal pembagian kerja diperlukan hal-hal berikut:
- Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
- Perluasan Kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
- Manajemen Bottom-Up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
C. Teori Organisasi Modern
- Herbert Simon menandai teori modern dengan lahirnya gerakan contigency yang menyatakan teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal  dan disederhanakan untuk suatu kajian mengenai kondisi yang dapat diterapkan prinsip saling bersaing.
- Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the social psychology of organization” mengungkapkan perspektif organisasi sebagai suatu sistem terbuka. Dalam buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan
               Teori modern atau yang bisa disebut sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.

Sumber :
1. Widyatmini, Amperaningrum Izzati.1991.serikat diktat kuliah: Pengantar Organisasi dan Metode. Depok: Gunadarma
2. http://www.apapengertianahli.com/2015/03/pengertian-organisasi-tujuan-ciri-struktur-organisasi.html#
3. http://bangbiw.com/ciri-ciri-unsur-dan-teori-organisasi/



Minggu, 04 Oktober 2015

KECERDASAN BUATAN BAGI DUNIA BISNIS

Manfaat dan Dampak Negatif Kecerdasan Buatan Bagi Dunia Bisnis    

               Kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya di fungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan manusia.
               Perusahaan penyedia kecerdasan buatan narrative science merilis penelitian terbarunya yang mengatakan bahwa mayoritas para profesional menilai bahwa kecerdasan buatan atau artifical intelligence (AI) sebagai sebuah kesempatan dan bukan sebagai ancaman. Dalam penelitian bertajuk "2015 State of Artifical Intelligence & Big Data in the Enterprise Report", Narrative Science bertanya pada 200 responden termasuk CEO, ilmuwan data, dan manajer, tentang dampak kecerdasan buatan pada dunia usaha. Meskipun selama ini kecerdasan buatan dianggap sebagai ancaman potensial yang menyingkirkan pekerjan, namun sebanyak 80 persen responden percaya kecerdasan buatan bisa meningkatkan kinerja dan justru menciptakan lapangan kerja baru.

Sumber ;
1. http://informatika.web.id/category/kecerdasan-buatan/
2. http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150613040014-199-59776/kecerdasan-buatan-bisa-jadi-sahabat-perusahaan/            

Sabtu, 03 Oktober 2015

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE

Arti Pentingnya Organisasi dan Metode

3. Manajemen dan Tata Kerja
                Istilah manajemen berasal dari kata kerja to manage berarti control. Dalam bahasa indonesia dapat diartikan: mengendalikan, menangani atau mengelola. Selanjutnya, kata benda "manajemen" atau management dapat mempunyai berbagai arti. Pertama sebagai pengelolaan, pengendalian atau penanganan ("managing"). Kedua, perlakuan secara terampil untuk menangani sesuatu berupa skillful treatment. Ketiga, gabungan dari dua perngertian tersebut, yaitu yang berhubungan dengan pengelolaan suatu perusahaan, rumah tangga atau suatu bentuk kerja sama dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
               Tiga pengertian itu mendukung kesepakatan anggapan bahwa manajemen dapat dipandang sebagai ilmu dan seni. Manajemen sebagai ilmu artinya manajemen memenuhi kriteria ilmu dan metode keilmuan yang menekankan kepada konsep-konsep, teori, prinsip dan teknik pengelolaan.
               Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.Tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk : menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia, mengindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan dan menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
               Hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan : manaejemen menjelaskan perlu adanya proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan tertentu. Tata kerja menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

4. Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
               Manajemen, organisasi dan tata kerja berkaitan satu sama lain. Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia. Untuk melaksanakannya diperlukan organisasi sebagai wadah atau alat untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian untuk mengetahui bagaimana kegiatan kerja sama tersebut sebaiknya dilakukan atau dibutuhkan tata kerja atau metode untuk mencapainya dengan efisien dan tepat.

Sumber :
1. Yayat M. Herujito.2001.grasindo: Dasar-dasar manajemen. bogor: PT Grasindo
2. http://soniafebriyani.blogspot.co.id/2012/06/manajemen-dan-tata-kerja.html
3. http://avanza250.wordpress.com/2010/11/20/organisasi-manajemen-dan-tata-kerja/
4. http://megasuryono.blogspot.com/2012/03/manajemen-dan-tata-kerja.html